2025-12-23 10:05:20
“Ketika Romo Sarwanto (Direktur Utama Yadapen) diminta memberi sosialisasi, pasti jawabnya selalu ‘Siaapp!’. Jangan-jangan beliau memang ndak ada kerjaan,” demikian seloroh Bapak Stefanus Surono dari Perkumpulan Strada. Momen tersebut terjadi dalam Sekolah Yadapen, yang diselenggarakan pada Jumat-Minggu, 19-21 Desember 2025 di Griya Paseban, Semarang. Guyonan beliau sontak mengundang tawa para peserta yang hadir.
Perwakilan Perkumpulan Strada merupakan salah satu pihak yang turut berbagi tips dan trik dalam Sekolah Yadapen, khususnya dalam sesi mengenai Iuran Sukarela (Top Up). Perkumpulan Strada memang merupakan lembaga pemberi kerja (Mitra Pendiri) dengan jumlah peserta terbanyak yang melakukan Top Up di Yadapen. Selain Strada, dalam kesempatan berbeda ada pula kesempatan bagi perwakilan Mitra Pendiri lainnya baik untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan, maupun meminta penegasan. Semuanya terjadi dalam suasana kekeluargaan dan gembira, apalagi dengan dilengkapi door prize bagi peserta yang beruntung atau mampu menjawab soal dengan baik. Suasana yang cair itu diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih optimal antara Yadapen, Pendiri, dan Mitra Pendiri.
Dikoordinasi oleh Romo Ignatius Aria Dewanto, SJ sebagai Ketua Dewan Pengawas Yadapen, Sekolah Yadapen memang diadakan untuk meningkatkan sinergi antara Yadapen, Pendiri, dan Mitra Pendiri dalam mempersiapkan masa pensiun para pegawai. Salah satu peserta memberi istilah unik, yaitu mereka yang mengikuti Sekolah Yadapen didorong untuk menjadi “tim marketing Yadapen di lembaga masing-masing”. Namun, Sekolah Yadapen tentu saja bukan hanya soal “marketing”. Sesi-sesi Sekolah Yadapen pada dasarnya turut membekali para hadirin untuk memasuki masa tua mereka sendiri karena pengurus dan pegawai yang mewakili Mitra Pendiri secara de facto juga merupakan peserta Yadapen. Kolaborasi yang terjadi akhirnya bukan hanya di antara Yadapen, Pendiri, dan Mitra Pendiri, melainkan juga melibatkan peserta Yadapen.
Upaya meningkatkan sinergi dan kesadaran mempersiapkan masa pensiun itu dijabarkan dalam 8 sesi. Pengurus, staf, dan pengawas Yadapen menyampaikan seputar sejarah, update perkembangan, dan produk-produk Yadapen. Sementara itu, tim PT. Prospera Asset Management dan Bapak Sulad Sri Hardanto sebagai pembicara tamu memberi insight seputar investasi, perencanaan pensiun, serta tips menghindari investasi bodong dan pinjaman online ilegal. Selain sesi, pre-test dan post-test juga diadakan untuk memetakan pengetahuan dan pemahaman peserta seputar dana pensiun, investasi, dan Yadapen.
Dirintis pada tahun 2022, Sekolah Yadapen awalnya dikhususkan untuk para pengurus dan calon pengurus yayasan. Selain untuk mengenal Yadapen lebih dalam, tujuan Sekolah Yadapen saat itu adalah untuk proses regenerasi di Yadapen. Rintisan itu kini dilanjutkan dan diperluas sehingga staf Sumber Daya Manusia yang mengurus keuangan dan dana pensiun juga dapat ikut serta. Dengan semakin luasnya jangkauan Sekolah Yadapen, diharapkan sinergi antara Yadapen, Pendiri/Mitra Pendiri, dan peserta semakin optimal, akhirnya demi kesejahteraan hari tua para pegawai sendiri.
Tags: