2022-09-05 10:20:10
Regenerasi adalah suatu keniscayaan sehingga persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari mengingat kompleksitas pengelolaan Yadapen sebagai dana pensiun yang mempunyai kharateristik dan tantangan tersendiri. Regenerasi di segala lini baik organ Yadapen maupun staf Yadapen perlu selalu harus dipersiapkan. Regenerasi Organ Yadapen bisa diikuti oleh pihak-pihak yang ditunjuk oleh Pendiri dan Mitra Pendiri, karena semakin banyak yang mengetahui tentang pengelolaan Yadapen secara langsung terutama dari Pendiri maupun Mitra Pendiri akan semakin baik, sehingga diharapkan terbentuk rasa memiliki dan saling keterbukaan. Sebagai salah satu cara mempersiapkan regenerasi Organ Yadapen adalah dengan mengadakan Sekolah Yadapen dimana saat ini Pesertanya adalah wakil dari Pendiri dan Mitra Pendiri yang ditunjuk.
Sebenarnya saat regenerasi sebelum-sebelumnya, Yadapen selalu mengadakan pelatihan-pelatihan dan juga mengikutsertakan para calon Organ Yadapen dalam kursus-kursus dan sertifikasi, namun bentuknya bukan Sekolah Yadapen, karena materi disampaikan dalam bentuk sharing pengalaman maupun dilibatkan langsung dalam rapat-rapat. Materi Sekolah Yadapen lebih padat dengan materi dan kurikulum yang lebih teknis dan diselenggarakan pertama kalinya pada tanggal 29 - 31 Agustus 2022 dengan Kepala Sekolah adalah Rm. Ign. Aria Dewanto, SJ yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Yadapen sekaligus sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi. Hasil evaluasi Sekolah Yadapen yang lalu sangat positif dan tidak menutup kemungkinan akan diadakan secara rutin terutama ditujukan untuk para pimpinan Yayasan dan Perkumpulan anggota Yadapen terutama untuk pejabat yang baru, supaya pemahaman tentang Yadapen semakin komprehensif.
Transparansi yang disampaikan oleh Pemateri dalam melihat tata kelola Yadapen maupun regulasi-regulasi yang mendasari pengelolaan dana pensiun merupakan cara dan upaya Direksi yang dikomandani oleh Rm. Agustinus Sarwanto, SJ untuk membuat era baru dalam tata kelola Yadapen serta upaya rebranding Yadapen yang merupakan amanat dari Pendiri. Konsep TARIF dalam tata kelola dana pensiun yang baik (Good Pensiun Fund Governance) yang merupakan kepanjangan dari Transparency (transparansi), Accountability (akuntabilitas), Responsibility (tanggung jawab), Independence (kemandirian), dan Fairness (kesetaraan dan kewajaran), merupakan keharusan. Fungsi-fungsi tugas Direksi dijabarkan secara tegas dan adanya keterpisahan fungsi dengan selalu melibatkan komite manajemen risiko dan pemantau risiko dalam pengambilan keputusan. Tugas kewenangan dan struktur organisasi Yadapen dijelaskan secara gamblang oleh pemateri. Penjabaran fungsi dan jabatan semua berdasarkan manajemen risiko, konsekwensinya mewajibkan Direksi maupun staf yang menangani investasi dan keuangan untuk lulus sertifikasi Manajemen Risiko minimal sertifikasi Manajemen Risiko Dana Pensiun. Semua staf dengan masa kerja diatas 5 tahun juga diwajibkan mengikuti sertifikasi Certified Risk Associate (CRA®) dan kewajiban salah satu Direksi untuk lulus pula Certified Risk Professional (CRP®). Hal ini bertujuan supaya baik Direksi maupun staf mempunyai kemampuan membuat dan memetakan risiko masing-masing bagian dan melakukan mitigasi atau menghindari risiko.
Direksi juga menceritakan perjalanan Yadapen, usaha para founding father yang luar biasa dalam berjuang demi Peserta, perubahan jaman dengan regulasi yang makin ketat dan terakhir alasan kenapa pindah program Dana Pensiun Manfaat Pasti ke Dana Pensiun Iuran Pasti. Alasan utama perpindahan program pensiun dipicu dengan keharusan semua lembaga untuk ikut program BPJS baik Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang sanksinya makin gencar diterapkan pada tahun 2015.
Alasan lainnya karena tren di dana pensiun mulai bergeser ke Dana Pensiun Iuran Pasti karena fleksibilitas yang sangat tinggi untuk perencanaan keuangan untuk masa pensiun. Dewan Pengawas menceritakan mengenai perjalanan kepengawasannya dan mengapa jumlahnya selalu genap dengan jumlah wakil peserta dan pemberi kerja yang sama, dengan filosofi supaya dalam melakukan keputusan selalu didasari oleh musyawarah mufakat tidak hanya mengandalkan voting. Saat ini Dewan Pengawas jumlahnya 4 orang, dimana 2 orang dari wakil Peserta dan 2 orang wakil Pemberi Kerja. Keempat Dewan Pengawas tersebut juga dibentuk komite-komite yang membawahi bidang masing-masing. Dewan Pengawas juga membentuk Komite Pemantau Risiko yang salah satu anggotanya adalah pakar di bidang Manajemen Risiko dan investasi yaitu Bp. Ir. Sulad Sri Hardanto. Dalam melakukan tugasnya, Dewan Pengawas bisa menunjuk staf ahli atas biaya Yadapen demi kelancaran tugas kepengawasannya. Komite Pemantau Risiko inilah yang bertugas memantau secara keseluruhan sejauh mana berjalalannya manajemen risiko Yadapen yang sudah dilakukan oleh Direksi.
Peserta Sekolah Yadapen juga ditunjukkan mengenai kelengkapan database Yadapen secara elektronik, dimana data kepesertaan termasuk di dalamnya mutasi, tabel gaji, jumlah iuran, TPP dan semua komponen sebagai penghitung besarnya iuran tersedia dari sejak Yadapen berdiri. Data kepesertaan Yadapen nomer register 1 dan juga adalah pensiunan pertama Yadapen dengan nomer SK 1, dengan nama Mujinten Puspo dari Yayasan Strada, pensiun per tanggal 1 Juni 1974 masih tersedia sampai sekarang. Padahal kita tahu bersama bahwa Yadapen berdiri tanggal 1 Januari 1974, dengan demikian Ibu Mujinten Puspo yang lahir pada tanggal 4 Mei 1918 ini diakui seluruh masa kerjanya selama beliau kerja di Perkumpulan Strada sampai pensiun usia 56 tahun. Awal pensiun beliau mendapatkan pensiun per bulan sebesar Rp. 7.750,- dan beliau habis hak pensiun per 1 Juli 2000 dengan penerimaan pensiun terakhir sebesar Rp. 357.100,-. Ini berarti naik 46 kali lipat dari penerimaan pensiun awal padahal sudah tidak membayar iuran lagi. Hal ini terasa luar biasa, bagaimana para founding father Yadapen memikirkan pendanaannya dari penggalangan dana ke luar negeri. Ibu Mujinten Puspo bukanlah satu-satunya yang sudah pensiun saat Yadapen awal berdiri, setiap tahun sejak 1974 ada cukup banyak pensiunan yang muncul dengan masa kerja saat bekerja diakui semua. Adanya pensiun pertama yang dimulai tahun 1974 dan setiap tahun selalu ada, jelas bahwa Yadapen secara rata-rata usia pensiun saat ini termasuk dana pensiun yang tua sehingga pendanaannya menjadi sangat mahal. Semua database ini tersedia berkat komitmen dari Pengurus Yadapen pada awal berdirinya tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Penyumbang awal berdirinya Yadapen dari luar negeri juga mewajibkan adanya perhitungan aktuaria dimana saat itu dilakukan langsung oleh aktuaria Belanda. Jauh sebelum ada kewajiban perhitungan aktuaria untuk Dana Pensiun, Yadapen sudah melakukan perhitungan aktuaria sejak tahun 1980 sehingga database yang baik adalah suatu keharusan.
Demikianlah sekilas mengenai dinamika Sekolah Yadapen yang penuh dengan keakraban, sebagaimana selalu di gaungkan oleh Moderator acara yaitu Br. Hans Gendut, FIC yaitu Persaudaraan adalah awal membangun soliditas dalam membawa Yadapen menjadi lebih baik lagi.
Tags: